Cuma 50 Juta bisa Bangun Rumah Risha untuk Milenial

Jumlah manusia semakin bertambah sementara bumi dan tanah yang dipijak stagnan (tidak bertambah). Hal ini menjadi salah satu persoalan utama bagi manusia. Akibat dari fenomena ini, harga tanah semakin mahal dan membuat banyak orang menjadi tidak mampu memiliki rumah sendiri. Namun, bangun rumah risha untuk milenial dapat dijadikan solusi.

Apa Itu Rumah Risha?

Sebagian besar orang ingin memiliki rumah sendiri. Namun, tingginya harga tanah dan berbagai bahan maupun material untuk membuat rumah menjadi faktor penghambat bagi generasi milenial untuk memiliki hunian. Akibatnya, generasi milenial harus lebih banyak menabung untuk membangun rumah impian.

Walau begitu, masih ada solusi bagi generasi milenial yang ingin memiliki rumah tanpa mengeluarkan terlalu banyak biaya. Caranya adalah dengan bangun rumah risha untuk milenial.

Apa itu rumah Risha? Nama ‘risha’ merupakan akronim dari Rumah Instan Sederhana Sehat. Jenis rumah ini disebut ‘instan’ karena proses pembangunannya yang sederhana dan tidak membutuhkan banyak waktu.

Konsep rumah risha berasal dari kegiatan penelitian serta pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera). Konsep ini ada agar orang-orang yang berpenghasiln kecil sekalipun dapat memiliki rumah sendiri.

Kelebihan Rumah Risha

Konsep rumah risha merupakan hasil dari serangkaian kegiatan penelitian dan pengembangan sehingga jelas memiliki beberapa kelebihan.

  1. Mudah dibangun dalam waktu singkat

Tidak seperti bangunan rumah pada umumnya yang membutuhkan batu bata dan semen sebagai bahan dasar, rumah risha justru menggunakan panel-panel beton yang disusun menggunakan baut. Material dasar yang berupa panel ini lebih mudah disusun karena proses merangkainya seperti merangkai lego.

Bangun rumah risha untuk milenial pun lebih mudah dibanding rumah konvensional karena tidak perlu mengaduk semen atau menunggu semen kering.

  1. Memenuhi SNI dan tahan gempa

Penggunaan panel-panel beton saja sebagai kerangka memang membuat rumah risha tampak rentan. Namun, rumah ini sejatinya telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan termasuk bangunan yang tahan gempa.

Struktur rumah ini bahkan dapat menahan getaran yang disebabkan oleh gempa berkekuatan 8 skala richter (SR) serta 8 Modified Mercalli Intensity (MMI). Sifat tahan gempanya ini membuat rumah risha dibangun di wilayah pasca-gempa sebagai pengganti pemukiman yang telah hancur.

  1. Material yang sederhana nan berkualitas

Bangun rumah risha untuk milenial membutuhkan panel-panel beton dengan harga yang relatif murah. Walau murah, tetapi kualitas material tersebut terjamin karena buatan pabrik.

Panel beton yang digunakan untuk membangun risha adalah beton bertulang yang terbuat dari campuran pasir, semen, serta kerikil. Hampir sama seperti material rumah yang dibangun secara konvensional, hanya bentuknya saja yang berbeda.

Lantai risha memanfaatkan balok loteng dan papan kayu sebagai material konstruksi. Secara umum, risha menggunakan 3 jenis panel: panel 1 yang berbentuk balok, panel 2 yang berbentuk kolom dan panel 3 yang berbentuk siku. Masing-masing panel dihubungkan dengan baut.

  1. Mudah dikembangkan

Struktur rumah risha yang terbuat dari susunan panel memberikan keuntungan lain, yaitu mempermudah proses pengembangan atau perluasan rumah. Pemilik rumah jenis ini dapat memperluas rumah atau menambah lantai dengan mudah tanpa harus mengubah struktur awalnya.

Namun, rumah risha tetap memiliki kapasitas maksimal sehingga bangun rumah risha untuk milenial tetap harus berpedoman pada anjuran. Pastikan bahwa beban yang diterima lantai rumah setiap meter perseginya hanya 125 kg agar bangunan rumah tetap aman.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*